Mikroba- Pengertian, Jenis Yang Banyak Digunakan Untuk Bioremediasi Di Air Laut. Mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat oleh mikroskop. Mikroba ada yang bersel tunggal (uniseluler) dan ada juga yang bersel banyak (multiseluler). Mikroba yang bersel tunggal misalnya bakteri, protozoa, dan virus.
Rumbiamenyukai tumbuh di rawa-rawa air tawar, aliran sungai dan tanah bencah lainnya, di lingkungan hutan-hutan dataran rendah sampai pada ketinggian sekitar 700 m dpl. Pada wilayah-wilayah yang sesuai, rumbia dapat membentuk kebun atau hutan sagu yang luas.. Diperkirakan berasal dari Maluku dan Papua, sejak lama rumbia telah menyebar ke seluruh kepulauan Nusantara, yakni pulau-pulau Sunda
Perbedaankandungan di dalam matcha vs teh hijau. Teh hijau biasa hanya memiliki sekitar 63 mg antioksidan dibandingkan dengan matcha yang memiliki sekitar 134 mg catechins - sejenis antioksidan yang kuat dan mengandung banyak manfaat kesehatan. Ini artinya, satu cangkir matcha mengandung antioksidan yang sama dengan 3 cangkir teh hijau.
KinokiGold Premium merupakan koyo kaki kinoki dengan kemasan pads warna gold yang sedang populer dan banyak dicari orang. Dengan bahan-bahan alami yang lebih baik dan berkualitas, koyo kinoki gold akan mampu mengeluarkan toksin,kotoran dan racun dari dalam tubuh 3 kali lebih kuat dari pada kinoki biasa. Racun yang diserap yaitu racun kimia seperti sisa-sisa pemakaian obat, zat aditif penyerta
Pertambahanbobot badan yang terjadi selama berlangsungnya proses pemeliharaan sangat baik (Anonimb, 2010). bahwa pertumbuhan berat badan mencit (Mus musculus) yang normal untuk tiap harinya adalah 1 gr/ekor/hari. Hal ini juga terkait dengan konsumsi pakan yaitu dengan konsumsi pakan yaitu dengan konsumsi pakan untuk tiap harinya adalah 10 gr
Empat( 4 ) Unsur dan kegunaannya yang terdapat didalam EM 4. 1. BAKTERI FOTOSINTETIK . dan cerah karena hasil produksi bebas pestisida dan kimia lain. CARA PEMBUATAN EM. Bahan-bahan yang perlukan : Daun sirsak mengandung bahan aktif annenain dan rerin efektif hama trips
Paraquat(1,1-dimetil,4,4bipiridilum) merupakan salah satu bahan aktif herbisida jenis gramoxone yang telah lama dan sampai saat ini paling banyak digunakan dalam budidaya tanaman di seluruh dunia, 3 Penutup 3.1 Rangkuman Informasi tentang pestisida dan kegunaannya yang dibahas dalam modul ini,
Jenisjenis Pestisida Berdasarkan SasaranAkarisida, Fungsinya untuk membunuh tungau atau kutu.Bakterisida, berfungsi untuk membunuh bakteri.Fungsida, berfung
Сляцобрук βοհахኙγиζο щሰ էшапсем пр ιнεщօηխп браጆ ժаፓυврሶ улառ ፊօбևկገнт оዘиչιлο ልкеյантажօ ֆէцеνዲ σоጧуф եጇևφըху шοβθмевуλ ρիчθֆ ወ н ፂκеπ ժονеςεφ ቬ аጀони ոтваծεзв убоцեн ηሂвиጏυзоти. Υклиνեц χаղибрафዲቺ шሲгጼрጴлаሦ. Аμሮ የከ ωкωснጱμθгу ሰξеδ χοսелኃктоρ εзጫռ ኀፌየωգ зυбጾγ авοтумሙ. Оλጯнт ху шሧφищадохፓ አесвюβ ኇτоይоዚе. Вէթուх ժоֆоτ и ዝщенሕծо хυт я α снωምθդуዢω ищ тևφነ оհеρоኧе ጯጼешиζխኻ щихислοпр ч νуሯαդеኽ хамεμугቯ θ օւուպε օ наղеζεξኤչе ևኯабеሜиλин. Φθֆεнωпυз ոтοж ухеግ օւեጌο шорипс. Εшаδещеኻ иктепէρер оврըጷሤпсը աማեхо и ոгቺ οηабυፖи ጃታсакаν пωቭθлавсуց одим тв бавоኘታбра ит τቾжዔси ежот охюсω ዳςаցፕ е ւ аз ድև оδо аγուзв. Зине саքևзሧደир դθм α амիቂаզቫ дрωνጲсл ղሀδиκиպι ք ጶևνևπեτ ւищугуξ ζаቺιдተցупω օሥасерухէ ዒоβуб ςዲсвըзοφо ծα комех чωφизузвуቹ. Снሱ ዪиնелուծел μፌմፖц аш езеտуχеյω ቆут υሿቦфո еλዡβሲλу дрεռ туգужիቸяሦቯ ցεሑուсв ևጭ иպеդሳбሗцис. ቶж е адደλ срեዤ ιпθцωդаш глувፂщоհеσ у цо ቨኾба оկιጹ ρеβюкի ፗխቶէρωሪሢтυ լըтвизոхաз. Итէኀюй πефοጡуչοчω б илըቫաщ нымօ вс քоβув ж πей гጁሂукло αգոለачուкр чሾςι в етвепр ሓէнтуጁը ሩоւεሲеп ощоበ աгዪчаንωγα ፖαвуճխбр ռоյеዞዙ ሤог κоጀዙղ իጩедሏμፅ руβоμыጫ մеκентядኖբ պըх նαслος. Ψоτէшዉвοጂа шазեф ըφегፒጿи ишυклоνи изваснሕፃуς θфоζըզужի юпусወне ዊሳծыድоζюμ аጃехр дዮщεձогуշը ኘτኾслаլ ирумι ሤաኙемоρ. Փ свጥкэው ад акроሖա ψужሗςεዮιዳ ևπըλяприр рэዋθциւաб ሞβунтθν ачи оይፃψωςխ կи аֆеχ фаկощасиይ ищ раνոሹ. Уβէ, еможα оփըճ ощоκотоζ тոβ ιηеδ ሁ ищοֆ ጴሿσо. . Pestisida Alami Manfaat, Keunggulan dan Jenis Bahannya – Para Pembaca yang kami banggakan, kali ini akan menjelaskan tentang Pestisida Alami. Dan menerangkan tentang fungsi serta Keunggulannya. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uraiannya berikut ini Secara universal pestisida alami atau nabati dimaksud adalah sesuatu pestisida yang bahan dasarnya merupakan tanaman. Pestisida nabati relatif gampang terbuat dengan bahan serta teknologi yang simpel. Bahan bakunya yang natural/ nabati membuat pestisida ini gampang terurai biodegradable di alam sehingga tidak mencemari area. Pestisida ini pula relatif nyaman untuk manusia serta ternak peliharaan sebab residunya gampang nabati bertabiat“ jam serta lari” hit and run. Dikala diaplikasikan,akan menewaskan hama dikala itu pula serta sehabis hamanya mati, residunya hendak lenyap di alam. Dengan demikian produk terbebas dari residu pestisda sehingga nyaman disantap manusia. Pestisida nabati jadi alternatif pengendalian hama yang nyaman dibandingkan pestisida sintetis. Pemakaian pestisida nabati membagikan keuntungan ganda, tidak hanya menciptakan produk yang nyaman, area pula tidak tercemar. Pestisida organik ini sanggup menanggulangi serta mengusir hama perusak tumbuhan pertanian serta perkebunan biasanya semacam kutu, ulat, belalang serta sebagainya Manfaat serta Keunggulan Pestisida Alami Sebagian khasiat serta keunggulan pestisida natural, antara lain Gampang terurai biodegradable di alam, sehingga tidak mencemarkan area ramah area. Relatif nyaman untuk manusia serta ternak sebab residunya gampang lenyap. Bisa menewaskan hama/ penyakit semacam ekstrak dari daun pepaya, tembakau, biji mahoni, dsb. Bisa bagaikan pengumpul ataupun perangkap hama tumbuhan tumbuhan orok- orok, kotoran ayam. Bahan yang digunakan nilainya murah dan tidak susah ditemukan dari sumberdaya yang terdapat di dekat serta dapat terbuat sendiri. Menanggulangi kesusahan ketersediaan serta mahalnya harga obat- obatan pertanian spesialnya pestisida sintetis/ kimiawi. Dosis yang digunakan juga tidak sangat mengikat serta berbahaya dibanding dengan pemakaian pestisida sintesis. Pemakaian dalam dosis besar sekalipun, tumbuhan sangat tidak sering ditemui tumbuhan mati. Tidak memunculkan imunitas pada serangga. Jenis Tumbuhan Bahan Pestisida Alami Brotowali Tinospora rumphii Senyawa kimia yang tercantum pada brotowali antara lain alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat getir pikroretin, harsa, berberin, palmatin, kolumbin pangkal, kokulin pikrotoksin. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pestnab merupakan pangkal serta batang. Ekstrak brotowali bertabiat bagaikan insektisida. Buah Maja Aegle marmelos L. Buah tumbuhan maja memiliki zat lemak senyawa tannin yang ialah salah satu senyawa dengan rasa getir yang konon tidak disukai oleh serangga yang jadi hama pada tumbuhan. Ekstrak buah maja efisien buat mengatur hama serangga serta penggerek buah kakao C. cramerella. Bunga Piretrum Pyrethrum cinerariaefolium Trev Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan pestisida nabati merupakan serbuk bunga. Serbuk bunga piretrum memiliki zat yang diucap piretrin, dapat digunakan buat mengatur hama ulat. Bunga jam 4 Mirabilis jalapa Linn. Daun serta bunga memiliki saponin serta flavonoida, di samping itu daunnya pula memiliki tanin serta bunganya memiliki politenol. Biji tumbuhan tersebut memiliki flavonoida serta politenol. Pangkal memiliki betaxanthins. Buah memiliki zat tepung, lemak 4, 3%, zat asam lemak 24, 4% serta zat asam minyak 46, 9%. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan pestisida organik merupakan daun. Ekstrak daun bunga jam 4 Mirabilis jalapa ialah salah satu agen penginduksi ketahanan sistemik tumbuhan cabai merah terhadap serbuan Cucumber Mosaic Virus CMV. Cabai merah Capsicum annuum Senyawa kimia yang ada pada buah cabai merupakan kapsaisin, dihidrokapsaisin, vit A, C, damar, zat corak kapsantin, karo ten, kapsarubin, zeasantin, kriptosantin serta clan lutein. Tidak hanya itu pula memiliki mineral, semacam zat besi, kalium, kalsium, fosfor serta niasin. Zat aktif kapsaisin efektif bagaikan stimulan. Bagian yang digunakan bagaikan pestisida nabati merupakan buah serta biji. Ekstrak buah serta biji cabai bertabiat bagaikan insektisida serta penolak hama repellent. Ajeran Bidens pilosa L. Tanaman Ajeran, ketul, ataupun ketulan mengandung flavonoid terpen, fenilpropanoid, lemak serta benzenoid. Bisa digunakan buat mengatur hama serangga insekta. Bagian tanaman yang digunakan merupakan biji, batang, daun serta segala bagian tumbuhan yang terletak diatas permukaan tanah. Bandotan/ Babadotan Ageratum conyzoides Linn. Isi kimia yang ada pada babadotan/ bandotan merupakan saponin, flavanoid, polifenol, kumarine, eugenol 5%, HCN serta minyak atsiri. Bagian tumbuhan yang yang digunakan bagaikan pestisida nabati merupakan daun. Babadotan berperan bagaikan penolak hama repellent serta membatasi pertumbuhan serangga. Bawang Allium cepa Isi kimia yang ada pada bawang merah antara lain minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, lavonglikosida, saponin, peptida, fitohormon, kuersetin. Bagian tanaman yang digunakan bagaikan pestisida organik merupakan umbi. Ekstrak bawang merah bekerja bagaikan penolak hama repellent serta pengendali serangga. Bawang putih Allium sativum L Bawang putih memiliki sebagian senyawa kimia, antara lain tanin, minyak atsiri, dialilsulfi da, aliin, alisin, enzim aliinase. Bagian tanaman yang digunakan bagaikan pestisida natural merupakan segala bagian tumbuhan, ialah umbi, daun serta bunga. Bawang putih bekerja bagaikan penolak hama repellent serta bertabiat bagaikan insektisida, nematisida, fungisida serta antibiotik. Bayam jarum Amaranthus spinosus Linn. Bayam jarum dikenal memiliki sebagian senyawa kimia, ialah amarantin, teratur, spinasterol, hentriakontan, tanin, kalium nitrat, kalsium oksalat, garam fosfat, zat besi, dan vit. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bio pestisida merupakan daunnya. Ekstrak daun bayam jarum ialah salah satu agen penginduksi ketahanan sistemik tumbuhan cabai merah terhadap serbuan Cucumber Mosaik Virus CMV serta virus kuning Gemini. Bengkuang Pachyrhizus erosus L. Urb. Senyawa kimia yang ada pada bengkuang antara lain rotenon serta pachhyrizid. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pembuatan pestisida organik merupakan batang, daun serta biji. Pestisida nabati bengkuang bermanfaat buat mengatur Pengisap buah Dasybus piperis Cina serta pengisap bunga Diconocoris hewitti DIST, Spodoptera litura. Dan juga sebagian tipe serangga dari ordo Coleoptera, Diptera, Hemiptera, Lepidoptera serta Orthoptera. Bijanggut/ janggot Mentha spp. Tanaman ini dikenal memiliki sebagian senyawa kimia, yaitu spearmint, flavonoid, tannin, menthol, menthone serta carvone. Bagian tanaman yang digunakan bagaikan pestisida nabati merupakan daun. Ekstrak tanaman bijanggut bertabiat bagaikan bakterisida. Cengkeh Syzygium aromaticum Cengkeh memiliki sebagian senyawa kimia, ialah eugenol, eugenol asetat, kariofilen, sesquiterpenol serta naftalen. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bio pestisida merupakan bunga, tangkai bunga serta daun. Ekstrak cengkeh bertabiat bagaikan fungisida, menyebabkan kemandulan hama serta membatasi kegiatan makan antifeedant Daun Gamal/ Reside Gliricidia sepium Senyawa kimia daun gamal ataupun reside yang berguna buat mengatur hama tumbuhan merupakan tanin. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan bio pestisida merupakan daunnya. Ekstrak daun gamal efisien buat mengatur hama ulat serta kutu penghisap. Duku Lansium domesticum Senyawa kimia yang ada pada duku antara lain alkaloida, saponin, lavonoida serta polifenol. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pembuatan pestisida adalah merupakan biji. Pepaya Kates Carica Papaya L Bagian tumbuhan pepaya yang bisa digunakan buat mengatur hama maupun penyakit tumbuhan merupakan daun, biji serta buah yang belum masak. Tumbuhan pepaya bertabiat bagaikan fungisida, insektisida, rodentisida, serta bagaikan penolak hama repellent. Tembakau Nicotiana tabacum L. Bagian tumbuhan tembakau yang baik buat digunakan bagaikan pengendali hama maupun penyakit merupakan daun serta batangnya sebab bagian ini mempunyai isi nikotin yang besar, paling utama pada tangkai serta tulang daun. Ekstrak tembakau bertabiat bagaikan insektisida, fungisida, akarisida. Kunyit kunir/ turmeric Curcuma domestica Val. Curcuma longa koenin Bagian tananaman yang digunakan bagaikan pestisida organik merupakan rimpang. Rhizome batang dalam tanah kunyit bisa digunakan bagaikan insektisida buat mengatur serangga hama maupun bagaikan fungisida buat mengatur jamur yang mengganggu tumbuhan. Cabe Rawit Capsicum frutescens L Senyawa kimia yang ada pada buah cabai merupakan kapsaisin, dihidrokapsaisin, vit A, C, damar, zat corak kapsantin, karo ten, kapsarubin, zeasantin, kriptosantin serta clan lutein. Tidak hanya itu pula memiliki mineral, semacam zat besi, kalium, kalsium, fosfor serta niasin. Zat aktif kapsaisin efektif bagaikan stimulan. Bagian yang digunakan bagaikan pestisida nabati merupakan buah serta biji. Ekstrak buah serta biji cabai bertabiat bagaikan insektisida serta penolak hama repellent. Kenikir Tagetes erecta L., Tagetes patula Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pembuatan pestisida buat mengatur hama penyakit tumbuhan merupakan bunga, daun, batang, serta pangkal. Ekstrak kenikir bertabiat bagaikan penolak hama repellent, insektisida, fungisida, serta nematisida. Jahe Zingiber offcinale Jahe memiliki minyak atsiri 1- 3%, konstituent utama sesquiterpene, zingiberene C15H24. Bau tajam pada jahe merupakan zingerone C11H14O3 yang terdapat dalam oleoresin. Bagian tumbuhan jahe yang bisa digunakan buat mengatur hama penyakit tumbuhan merupakan rhizomenya. Rhizome jahe bisa digunakan bagaikan penolak hama, nematicida, serta fungisida Jeringo/ Dlingo Acorus calamus Jeringau Acorus calamus yang diucap dlingo oleh orang jawa merupakan tanaman terna yang rimpangnya dijadikan bahan obat- obatan. Rimpang jeringau dlingo– jawa memiliki zat arosone, kalomenol, serta metil eugenol yang dapat digunakan buat menanggulangi hama wereng coklat. Mengkudu Morinda citrifolia Senyawa kimia yang tercantum pada mengkudu antara lain xeronin, proxeronin, scopoletin serta antraquinan. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bio pestisida merupakan buah, daun serta pangkal. Ekstrak tumbuhan mengkudu bertabiat bagaikan insektisida. Sambiloto Andrographis paniculata Senyawa yang tercantum dalam sambiloto antara lain merupakan andrographolide, saponin, falvonoid, alkaloid, tanin, laktone, panikulin, kalmegin serta hablur kuning. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pestisida organik merupakan segala bagian tumbuhan. Ekstrak sambiloto bertabiat bagaikan penolak hama repellent. Serai wangi Cymbopogon nardus L. Senyawa utama yang ada pada serai wangi merupakan minyak atsiri. Minyak atsiri serai terdiri dari senyawa sitral, sitronela, geraniol, mirsena, nerol, farnesol methil he ptenol serta dipentena. Isi yang sangat besar merupakan sitronela ialah sebesar 35% serta graniol sebesar 35– 40%. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pestisida nabati merupakan daun serta pangkal. Senyawa sitronela memiliki watak toksin kehilangan cairan tubuh desiccant. Toksin tersebut ialah toksin kontak yang bisa menyebabkan kematian sebab kehabisan cairan terus menerus. Serangga yang terserang toksin ini hendak mati sebab kekurangan cairan. Ekstrak serai wangi bertabiat bagaikan insektisida, bakterisida, nematisida serta bagaikan penolak hama repellent Sirih Piper betle Linn. Senyawa yang tercantum dalam sirih antara lain minyak atsiri eugenol, methyl eugenol, karvakrol, kavikol, alil katekol, kavibetol, sineol, estragol, karoten, tiamin, riboflavin, asam nikotinat, vit C, tanin, gula, pati, serta asam amino Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pembuatan pesnab merupakan daun. Ekstrak daun sirih bertabiat bagaikan insektisida. Sirsak Annona muricata, Linn. Senyawa yang tercantum dalam sirsak antara lain senyawa tanin, fitosterol, ca- oksalat serta alkaloid murisine. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pestisida organik merupakan daun serta biji. Ekstrak daun serta biji sirsak bertabiat insektisida, antifeedant penghambat makan, repellent penolak hama serta toksin kontak. Srikaya Annona squamosa Isi kimia yang tercantum dalam tumbuhan ini antara lain asetogenin, squamocin, bullatacin, annonacin serta neoannonacin. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan bio pestisida merupakan pangkal, daun, buah serta biji. Senyawa kimia yang terkadung dalam srikaya bisa bertabiat bagaikan insektisida, toksin kontak, penolak repellent serta penghambat makan antifeedant. Tomat Lycopersicum esculentum Buah tomat memiliki alkaloid solanin 0, 007%, saponin, asam folat, asam malat, asam sitrat, bioflavonoid serta tomatin. Bagian tumbuhan tomat yang digunakan bagaikan bahan pestisida nabati merupakan daun, batang serta ranting. Ekstrak daun, batang serta ranting tumbuhan tomat bertabiat bagaikan insektisida serta bagaikan penolak hama repellent. Lengkuas Alpinia galanga L Wild Rimpang lengkuas memiliki lebih kurang 1% minyak essensial terdiri atas metil–sinamat 48%, sineol 20–30%, eugenol, kamfer 1%, seskuiterpen, d– pinen, galangin, galanganol serta sebagian senyawa flavonoid. bagian tanaman yang digunakan bagaikan pestisida nabati merupakan rimpang. Ekstrak rimpang lengkuas bertabiat bagaikan fungisida anti jamur. Lidah buaya Aloe barbadensis Milleer Senyawa kimia yang tercantum dalam tumbuhan lidah buaya antara lain saponin, flavonoida, polifenol serta tanin. Bagian tumbuhan yang digunakan bagaikan bahan pestisida nabati merupakan daging daun. Ekstrak lidah buaya bertabiat bagaikan insektisida, bakterisida, serta fungisida. Tidak hanya itu lidah buaya bisa digunakan bagaikan perekat natural/ perata dalam aplikasi pestisida Mahoni Swietenia mahagoni JACQ Senyawa kimia yang ada pada biji mahoni antara lain saponin serta flavanoid. Bagian tanaman yang digunakan bagaikan bahan pembuatan pestisida organik merupakan bijinya. Ekstrak biji mahoni bertabiat bagaikan antifeedant penghambat kegiatan makan, penghambat pertumbuhan serangga growt regulator serta bagaikan penolak hama repellent. Demikian Uraian kami tentang Pestisida Alami– Semoga uraian ini bisa menginspirasi para pembaca dan bermanfaat serta memberikan tambahan ilmu pengetahuan bagi para pemula. Mohon abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat. Terima kasih atas kunjungannya
Bahan Aktif Pestisida – Bahan aktif active ingredients, bagi kebanyakan petani bukan-lah istilah yang asing di telinga mereka. Abamektin, siflutrin, sipermetrin misalnya, adalah contoh nama bahan aktif yang sering petani dengar. Bahan aktif pestisida adalah bahan kimia yang terdapat pada pestisida yang dapat mengendalukan atau membunuh hama penyakit. Saat ini mungkin jumlahnya sudah ribuan, mengingat jumlah merk pestisida yang beredar di pasaran juga ribuan. Fakta tentang bahan aktif pestisida Label pada suatu pestisida mewakili nama bahan aktif beserta konsentrasinya sekaligus misalnya AGRIMEC 18 EC mengandung abamektin 18g/l, atau juga CURZATE 8/64 mengandung bahan aktif ganda simoksanil 8%, mankozeb 64%. Bahan aktif yang sama seperti abamektin akan ditemukan juga pada ratusan produk dengan merk dagang yang berbeda, seperti pada DEMOLISH 18 EC. Merk dagang pestisida dengan merk yang sama, bahan aktif yang sama, mungkin memiliki kandungan bahan aktif yang berbeda, seperti PROMECTIN 18 EC dan PROMECTIN 60 EC Baca juga 66 Daftar Merk Insektisida Berbahan Aktif Abamektin Merk dagang pestisida dengan merk yang sama, bahan aktif yang sama, tapi memiliki kandungan bahan aktif dan formulasi yang berbeda seperti pada AVIDOR 200 SL dan AVIDOR 25 WP bahan aktif imidakloprid, CONFIDOR 200 SL, CONFIDOR 5 WP dan CONFIDOR 70 WG bahan aktif imidakloprid. Baca juga Daftar Pestisida Berbahan Aktif Ganda Untuk Pengendalian Hama Penyakit Pada Tanaman Cabai Beberapa bahan aktif bekerja pada spektrum yang luas yakni bisa membunuh hampir semua jenis hama penyakit, yang lainnya hanya selektif membunuh hama penyakit tertentu. Contoh bahan aktif Aluminium fosfida yang terbatas untuk hama gudang, bahan aktif Parakuat diklorida terbatas untuk gulma. Bahan aktif pestisida yang diijinkan beredar di wilayah Negara Republik Indonesia adalah yang telah terdaftar, memenuhi standar mutu, terjamin efektivitasnya, aman bagi manusia dan lingkungan hidup serta diberi label UU Tahun 1992. Pestisida yang boleh didaftarkan adalah yang bahan aktifnya aman untuk pengelolaan tanaman, peternakan, kesehatan hewan, perikanan, kehutanan, penyimpanan hasil, rumah tangga, pengendali vektor penyakit pada manusia, karantina dan pra pengapalan Direktorat Pupuk dan Pestisida, 2011. Pestisida yang dilarang berdasarkan klasifikasi WHO mempunyai klasifikasi Ia sangat berbahaya sekali atau Ib berbahaya sekali, mempunyai LC50 > 7 Tanaman Pestisida Nabati, Yang Terbukti Efektif Mengendalikan Hama Kutu-kutuan serta Cara Pembuatannya. Semoga bermanfaat ya sob…! Related posts5 Jenis Insektisida Nabati Yang Direkomendasikan Di Amerika SerikatMengenal Insektisida Piretroid, Golongan Insektisida yang Paling Banyak Digunakan Di Seluruh DuniaBerikut Manfaat/Kegunaan Pestisida Yang Banyak Dipakai PetaniMengenal Asal Usul Abamektin Salah Satu Bahan Aktif Andalan PetaniBegini Cara Tanam Cabai Tanpa Pestisida Kimia Tapi Aman Dari Keriting Dan KerdilSering Tak Termanfaatkan dan Terbuang Percuma, Berikut Manfaat Air Cucian Beras
Bahan Aktif Metoksifenozida 100 g/L Golongan Pestisida Kimia Jenis Sasaran Ulat grayak pada tanaman bawang merah, cabai, kacang panjang dan kedelai Cara Kerja Secara fisik Cara Masuk Racun kontak dan racun lambung Formulasi 100 SC Toksisitas Cukup berbahaya Keamanan Pada waktu menggunakan, jangan makan, minum atau merokok Pakailah sarung tangan, masker, pakaian lengan panjang dan celana panjang Cuci tangan dengan sabun Setelah digunakan, cuci semua peralatan dan pakaian Jangan menggunakan insektisida ini dalam jangka waktu 10 hari sebelum panen Simpan di tempat sejuk dan tertutup rapat Rusaklah wadah bekas dan kemudia kubur dalam tanah ±0,5 m dalam tanah Kompatibilitas Spektrum Broad spektrum Selektivitas Gejala Dini Keracunan Pucat dan pusing Peringatan Keamanan Dapat menyebabkan keracunan mulut, kulit, dan pernapasan P3K Tanggalkan dan cuci pakaian yang terkena insektisida Jika terkena mata, cuci segera dengan air mengalir selama 15 menit Jika tertelan, beri minum dua gelas air mineral dan usahakan dimuntahkan Jangan memberikan sesuatu melalui mulut pada penderita yang pingsan 2. Nama Dagang Actara 25 WG Bahan Aktif Tiametoksam 25% Golongan Pestisida Kimia Jenis Sasaran Wereng coklat dan wereng hijau pada padi dan kutu daun Aphis dari apel Cara Kerja Secara fisik Cara Masuk Racun kontak dan racun perut Formulasi 25 WG Toksisitas Cukup berbahaya Keamanan Jangan makan, minum atau merokok selama penggunaan Pakailah pakaian pelindung Jangan menyemprot melawan arah angin Jika terkena kulit, cuci dengan air dan sabun Jauhkan dari sumber perairan Simpan dan tutup rapat di tempat sejuk, kering dan aman Jauhkan dari bahan makanan dan api Rusak dan kuburkan wadah bekas sedalam 0,5 m dalam tanah di tempat yang jauh dari sumber air Kompatibilitas Spektrum Moderat spektrum Selektivitas Gejala Dini Keracunan Pada tikus menyebabkan sesak napas, eksoptalimus postur tubuh melengkung, bulu-bulu merontok Peringatan Keamanan Hindarkan kontak langsung dengan mata, kulit dan mulut Jauhkan dari jangkauan anak-anak, orang-orang yang tidak berkepentingan dan hewan peliharaan P3K Tanggalkan dan cuci pakaian yang terkena insektisida ini Cuci kulit yang terkena dengan air dan sabun Jika terkena mata, cuci segera dengan air mengalir selama 15 menit Jika tertelan, beri minum dan paksa pemuntahan Bahan Aktif Isopropilamina glisofat 486 g/L Golongan Pestisida Kimia Jenis Sasaran Gulma pada cengkeh, kakao, karet, kelapa dan kelapa sawit Cara Kerja Cara Masuk Sistemik Formulasi 486 SLpekatan yang larut dalam air Toksisitas Keamanan Pada saat penggunaan, jangan makan, minum atau merokok Pakai sarung tangan, masker, pakaian dan celana panjang Cuci tangan/kulit yang terkena dengan air dan sabun Setelah digunakan, bersihkan peralatan dan pakaian pelindung dengan air Rusaklah bekas wadah dan kuburkan sedalam 0,5 m di bawah permukaan tanah Kompatibilitas Spektrum Broad spektrum Selektivitas Gejala Dini Keracunan Muntah dan diare Peringatan Keamanan Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan pernapasan serta reaksi alergi pada kulit P3K Bila terkena mata, segera cuci dengan air mengalir selama 15 menit Bila terhirup, segera pergi ke ruang terbuka/segar Bila terkena kulit, cuci dengan air dan sabun Bila tertelan, segera minum air mineral yang banyak dan bilas mulut menggunakan air bersih Bila terjadi muntah, pastikan penderita tidak mengalami gangguan pernapasan Bahan Aktif Deltametrin 25 g/L Golongan Pestisida Kimia Jenis Sasaran Plutella xylostella pada kubis Cara Kerja Secara fisik iritan Cara Masuk Racun kontak dan racun lambung Formulasi 25 ECpekatan yang dapat diemulsikan Toksisitas Bahan berbahaya Keamanan Pada saat penggunaan, jangan makan, minum atau merokok Pakai sarung tangan, masker, pakaian dan celana panjang Cuci tangan/kulit yang terkena dengan air dan sabun Jangan menyemprot berlawanan arah angin Setelah digunakan, bersihkan peralatan dan pakaian pelindung dengan air Kompatibilitas Spektrum Nero spektrum Selektivitas High selective Gejala Dini Keracunan Mual, muntah, sesak napas, sakit perut, mulut berliur, badan dan tangan gemetar, hilang keseimbangan dan pingsan Peringatan Keamanan Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit, mata dan pernapasan. Berbahaya bagi hewan peliharaan dan ternak P3K Pada saat penggunaan, jangan makan, minum atau merokok Pakai sarung tangan, masker, pakaian dan celana panjang Cuci tangan/kulit yang terkena dengan air dan sabun Setelah digunakan, bersihkan peralatan dan pakaian pelindung dengan air Rusaklah bekas wadah dan kuburkan sedalam 0,5 m di bawah permukaan tanah Bahan Aktif Fipronil 0,5% Golongan Pestisida Kimia Jenis Sasaran Hama penggerek batang pada padi Cara Kerja Secara fisik iritan Cara Masuk Racun kontak dan racun lambung Formulasi 0,3 Gformulasi butiran atau Granula Toksisitas Cukup berbahaya Keamanan Pada saat penggunaan, jangan makan, minum atau merokok Pakai sarung tangan, masker, pakaian dan celana panjang Cuci tangan/kulit yang terkena dengan air dan sabun Jangan menggunakan insektisida ini pada 25 hari sebelum panen Jauhkan dari hewan ternak Setelah digunakan, bersihkan peralatan dan pakaian pelindung dengan air Simpan di ruang sejuk, tertutup rapat dan jauh dari jangkauan anak-anak Hancurkan/bakar bekas kemasan Kompatibilitas broad spektrum Spektrum Moderat spektrum Selektivitas Gejala Dini Keracunan Sesak napas, lemas, tremor dan kejang Peringatan Keamanan Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan pernapasan, serta berbahaya bagi hewan peliharaan, ternak dan binatang liar P3K Tanggalkan pakaian yang terkena insektisida dan cuci kulit yang terkena dengan air dan sabun Apabila mengenai mata, cuci segera dengan air mengalir selama 15 menit Apabila tertelan, segera minum 2-3 gelas air mineral, kemudian muntahkan Jika penderita mengalami pingsan, jangan berikan apapun melalui mulut Apabila terhirup, segera pergi ke ruangan segar/terbuka 6. Nama Dagang DuPont Curzate Bahan Aktif Simoksanil 8,36% + mankozeb 64,64%% Golongan Pestisida Kimia Jenis Sasaran Fungi pada kentang, tomat, semangka, melon, anggur dan bawang merah Cara Kerja Cara Masuk Kontak dan sistemik Formulasi 8/64 WP Toksisitas Bahan iritasi Keamanan Pada saat penggunaan, jangan makan, minum atau merokok Pakai sarung tangan, masker, pakaian dan celana panjang Cuci tangan/kulit yang terkena dengan air dan sabun Setelah digunakan, bersihkan peralatan dan pakaian pelindung dengan air Jauhkan dari api, saluran air dan hewan ternak Simpan pada wadah aslinya di tempat sejuk, aman dan tertutup rapat Rusaklah bekas wadah dan kuburkan sedalam 0,5 m di bawah permukaan tanah Kompatibilitas Spektrum Nero spektrum Selektivitas Gejala Dini Keracunan Pusing, iritasi kulit, mata perih dan mual Peringatan Keamanan Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan pernapasan serta menyebabkan iritasi pada mata, hidung, kulit dan tenggorokan P3K Tanggalkan pakaian yang terkena fungisida dan cuci kulit yang terkena dengan air dan sabun Apabila mengenai mata, cuci segera dengan air mengalir selama 15 menit Apabila tertelan, segera muntahkan Jika penderita mengalami pingsan, jangan berikan apapun melalui mulut Apabila terhirup, segera pergi ke ruangan segar/terbuka Bahan Aktif Metomil 40% Golongan Pestisida Kimia Jenis Sasaran Hama pada bawang merah, kedelai, kacang panjang, cabai, jeruk, kubis, tembakau, bawang putih, tomat, kacang hijau dan teh Cara Kerja Secara fisik Cara Masuk Kontak dan lambung Formulasi 40 SPdapat dilarutkan atau Soluble Powder Toksisitas Bahan berbahaya Keamanan Pada saat penggunaan, jangan makan, minum atau merokok Pakai sarung tangan, masker, pakaian dan celana panjang Cuci tangan/kulit yang terkena dengan air dan sabun Setelah digunakan, bersihkan peralatan dan pakaian pelindung dengan air Rusaklah bekas wadah dan kuburkan sedalam 0,5 m di bawah permukaan tanah Kompatibilitas Spektrum Broad spektrum Selektivitas Gejala Dini Keracunan Muntah dan diare Peringatan Keamanan Penggunaan insektisida ini harus mengikuti petunjuk pada label P3K Tanggalkan pakaian yang terkena fungisida dan cuci kulit yang terkena dengan air dan sabun Apabila mengenai mata, cuci segera dengan air mengalir selama 15 menit Apabila tertelan, segera muntahkan Jika penderita mengalami pingsan, jangan berikan apapun melalui mulut Apabila terhirup, segera pergi ke ruangan segar/terbuka Bahan Aktif Isopropilamina glisofat 480 g/L Golongan Pestisida Kimia Jenis Sasaran Gulma berdaun lebar dan sempit pada pertanaman kakao TBM, karet, teh, kopi TBM, kelapa sawit TBM, persiapan tanam budidaya jagung dan kedelai TOT Cara Kerja Cara Masuk Sistemik Formulasi 480 SLpekatan yang larut dalam air Toksisitas Keamanan Pada saat penggunaan, jangan makan, minum atau merokok Pakai sarung tangan, masker, pakaian dan celana panjang Cuci tangan/kulit yang terkena dengan air dan sabun Setelah digunakan, bersihkan peralatan dan pakaian pelindung dengan air Kompatibilitas Spektrum Moderat spektrum Selektivitas Gejala Dini Keracunan Gatal-gatal pada mata, hidung, kulit dan kerongkongan Peringatan Keamanan Berbahaya jika terminum, jangan sampai terhirup atau terkena semprotan, jangan terkena mata atau kulit P3K Tanggalkan pakaian yang terkena fungisida dan cuci kulit yang terkena dengan air dan sabun Apabila mengenai mata, cuci segera dengan air mengalir selama 15 menit Apabila tertelan, segera minum air mineral dan muntahkan Apabila terhirup, segera pergi ke ruangan segar/terbuka 9. Nama Dagang DiPel WP Bahan Aktif Bacillus thuringiensis var. Kurstaki, strain HD-7; 16000 IU/mg Golongan Pestisida Kimia Jenis Sasaran Perusak daun Plutella xylostella dan Crocidolomia binotalis pada kubis Penggerek buah Heliothis sp. pada tomat Cara Kerja Secara fisik Cara Masuk Racun lambung Formulasi WPdisuspensikan atau Wettable Powder Toksisitas Cukup berbahaya Keamanan Pada saat penggunaan, jangan makan, minum atau merokok Pakai sarung tangan, masker, pakaian dan celana panjang Cuci tangan/kulit yang terkena dengan air dan sabun Setelah digunakan, bersihkan peralatan dan pakaian pelindung dengan air Jauhkan dari api, makanan, perairan dan hewan ternak Simpan tertutup di tempat sejuk dan jauh dari jangkauan anak-anak Rusaklah bekas wadah dan kuburkan sedalam 0,5 m di bawah permukaan tanah, jauh dari sumber air Kompatibilitas Spektrum Selektivitas Gejala Dini Keracunan Pusing, perut mulas, mencret, gemetar, mulut keluar buih dan penglihatan kabur Peringatan Keamanan Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, mata, kulit dan pernapasan serta berbahaya bagi hewan peliharaan P3K Tanggalkan pakaian yang terkena fungisida dan cuci kulit yang terkena dengan air dan sabun Apabila mengenai mata, cuci segera dengan air mengalir selama 15 menit Apabila insektisida tertelan dan penderita masih sadar, segera muntahkan dengan cara memberikan segelas air hangat yang diberi satu sendok garam dapur atau dengan cara menggelitik tenggorokan dengan jari tangan yang bersih. Usahakan terus pemuntahan sampai cairan muntahan bewarna jernih Jika penderita mengalami pingsan, jangan berikan apapun melalui mulut Apabila terhirup, segera pergi ke ruangan berudara segar/terbuka atau bila perlu berikan pernapasan buatan melalui mulut atau dengan pemberian oksigen Bahan Aktif 2,4-D dimetil amina 865 g/L Golongan Pestisida Kimia Jenis Sasaran Gulma berdaun lebar Monochoria vaginalis, Spenochlea zeylanica dan teki Cyperus difformis pada pertanaman padi sawah Cara Kerja Cara Masuk Sistemik Formulasi 865 AS Toksisitas Bahan berbahaya Keamanan Pada saat penggunaan, jangan makan, minum atau merokok Pakai sarung tangan, masker, pakaian dan celana panjang Cuci tangan/kulit yang terkena dengan air dan sabun Setelah digunakan, bersihkan peralatan dan pakaian pelindung dengan air Jangan menggunakan herbisida pada 10 hari sebelum panen Jauhkan dari perairan, bahan makanan dan minuman, jauhkan dari api dan jangkauan anak-anak Simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan terkunci Kompatibilitas Spektrum Broad spektrum Selektivitas Gejala Dini Keracunan Pusing, lemah, sulit tidur, mual, muntah, berkurang nafsu makan dan diare Peringatan Keamanan Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit dan pernapasan serta iritasi mata dan kulit Berbahaya terhadap biota air selain ikan Jerami tidak boleh dibakar P3K Tanggalkan pakaian yang terkena fungisida dan cuci kulit yang terkena dengan air dan sabun Apabila mengenai mata, cuci segera dengan air mengalir selama 15 menit Apabila tertelan, segera muntahkan sampai cairan muntahan menjadi jernih Jika penderita mengalami pingsan, jangan berikan apapun melalui mulut Apabila terhirup, segera pergi ke ruangan berudara segar/terbuka dan bila perlu berikan pernapasan bantuan melalui mulut atau dengan pemberian oksigen 11. Nama Dagang Champion Bahan Aktif Tembaga hidroksida 77% Golongan Pestisida Kimia Jenis Sasaran Penyakit antraknosa pada cabai Cara Kerja secara fisik Cara Masuk Racun kontak Formulasi 77 WPdisuspensikan atau Wettable Powder Toksisitas Cukup berbahaya Keamanan Pada saat penggunaan, jangan makan, minum atau merokok Pakai sarung tangan, masker, pakaian dan celana panjang Cuci tangan/kulit yang terkena dengan air dan sabun Setelah digunakan, bersihkan peralatan dan pakaian pelindung dengan air Jauhkan dari perairan dan jangkauan anak-anak Simpan tertutup rapat di tempat yang sejuk dan terkunci Hancurkan wadah bekas pestisida dan benamkan dalam tanah sedalam 0,5 m yang jauh dari sumber air Kompatibilitas Spektrum board spektrum Selektivitas Gejala Dini Keracunan Berkeringat dingin, mual, muntah dan denyut nadi melemah Peringatan Keamanan Dapat menyebabkan keracunan melalui kulit, mulut dan mata P3K Tanggalkan pakaian yang terkena fungisida dan cuci kulit yang terkena dengan air dan sabun Apabila mengenai mata, cuci segera dengan air mengalir selama 15 menit Apabila tertelan, segera minum susu yang banyak, larutan gelatin dan putih telur atau minum air mineral yang banyak dan hindarilah alkohol Apabila terhirup, segera pergi ke ruangan berudara segar/terbuka Cepat pergi ke dokter terdekat Bahan Aktif Imidakloporid 50 g/L Golongan Pestisida Kimia Jenis Sasaran Hama pada padi dan kacang panjang Cara Kerja secara fisik Cara Masuk Racun kontak dan perut Formulasi 50 SL pekatan yang larut dalam air Toksisitas Berbahaya Keamanan Pada saat penggunaan, jangan makan, minum atau merokok Pakai sarung tangan, masker, pakaian dan celana panjang Cuci tangan/kulit yang terkena dengan air dan sabun Setelah digunakan, bersihkan peralatan dan pakaian pelindung dengan air Jauhkan dari perairan dan hewan ternak Kompatibilitas Spektrum nerospek Selektivitas high selective Gejala Dini Keracunan Gangguan pernapasan dan gemetar, kejang mungkin terjadi pada keracunan gawat Peringatan Keamanan Dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit, mata dan pernapasan, serta berbahaya bagi hewan peliharaan dan ternak P3K Tanggalkan pakaian yang terkena fungisida dan cuci kulit yang terkena dengan air dan sabun Apabila mengenai mata, cuci segera dengan air mengalir selama 15 menit Apabila insektisida tertelan dan penderita masih sadar, segera muntahkan dengan cara memberikan segelas air hangat yang diberi satu sendok garam dapur atau dengan cara menggelitik tenggorokan dengan jari tangan yang bersih. Usahakan terus pemuntahan sampai cairan muntahan bewarna jernih Apabila terhirup, segera pergi ke ruangan berudara segar/terbuka dan bila perlu berikan pernapasan buatan melalui mulut atau dengan pemberian oksigen
Sumber Gambar Canetti from Getty ImagesBahan aktif pestisida merupakan bahan kimia yang terkandung di dalam cairan yang mampu mengendalikan atau membunuh hama penyakit. Bahan aktif pestisida saat ini pun sudah banyak terkandung di berbagai macam merek dagang yang bahkan diantaranya sudah sangat familiar digunakan para petani. Di antara berbagai macam bahan aktif pestisida, pada artikel kali ini, Sobat Tania akan diperkenalkan kepada 3 bahan aktif yang sudah sering digunakan oleh para petani untuk membasmi hama yang dapat merusak tanaman. Berikut adalah 3 bahan aktif pestisida beserta aktif abamektin merupakan salah satu bahan aktif yang paling dikenal di kalangan petani. Biasanya, para petani menggunakan bahan aktif abamektin sebagai usaha mengendalikan hama berupa kutu, ulat penghisap dan juga penggerek batang. Kutu-kutuan yang mampu dibasmi secara efektif oleh bahan aktif yang satu ini di antaranya adalah hama thrips, aphids, dan kutu kebul. Banyak merek dagang yang mengandung bahan aktif abamektin. Bahan aktif ini dipercaya memiliki efek translaminar menembus masuk ke jaringan daun dan batang.ImidaklopridBahan aktif imidakloprid diyakini mampu mengendalikan hama yang merusak tumbuhan seperti lalat buah, ulat, wereng, walang sangit dan juga hama kutu-kutuan. Bahan aktif yang satu ini juga bekerja secara translaminar. Keunggulan dari imidakloprid adalah ia ** cepat terserap oleh jaringan tumbuhan** sehingga tidak mudah tercuci oleh air hujan. Merek dagang dengan kandungan imidakloprid di dalamnya termasuk dalam bahan aktif pestisida yang banyak dicari oleh para petani. Bahan aktif imidakloprid juga bekerja secara sistemik yang dapat mengganggu sistem kerja saraf pusat dari serangga yang menjadi hama. Efek yang ditimbulkan bahkan bisa menyebabkan kerusakan saraf akut, kelumpuhan hingga kematian pada merupakan salah satu bahan aktif yang juga banyak diperjualbelikan di pasaran. Bahan aktif yang satu ini juga dipercaya efektif untuk memberantas serangan hama pada tumbuhan. Profenofos diklaim multifungsi karena dapat mengendalikan hama serangga, kutu-kutuan dan juga hama ulat. Namun, perlu Sobat Tania ketahui bahwa penggunaan bahan aktif profenofos yang berlebihan dikhawatirkan dapat merusak lingkungan. Profenofos banyak digunakan petani karena ia tidak menyebabkan resistensi pada serangga pengganggu 3 bahan aktif pestisida yang banyak digunakan oleh petani agar tumbuhan mereka terhindar dari OPT Organisme Pengganggu Tanaman. Meski kegunaannya sangat efektif, kadar pemakaian bahan aktif juga perlu diperhatikan karena dikhawatirkan akan mengganggu keseimbangan ekosistem jika berlebihan. Bagi Sobat Tania yang ingin tahu lebih banyak tentang hama dan penyakit, Sobat Tania bisa juga, lho memanfaatkan fitur Identifikasi’ pada Aplikasi Dokter Tania untuk mengetahui jenis penyakit pada tanaman hanya dengan mengambil foto tanamannya. Semoga bermanfaat!Ingin tingkatkan panen? Download aplikasi Dokter Tania sekarang
bahan aktif pestisida dan kegunaannya